Minggu, 29 November 2015

KOES PLUSS

                                                   


Koes pluss merupakan grup musik legendaris indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 . sebelum bernama koes pluss , mereka menamakan koes bersaudara yang terdiri dari Tony Koeswoyo ( lead guitar ) , Yon Koeswoyo ( vokal ) , Yok Koeswoyo ( vokal , bass , guitar ) , nomo koeswoyo ( drum ). koes pluss terkenal sejak merilis lagu " bis sekolah " .


          blog ini dibuat untuk memenuhi tugas TIKOM SMPN 274 Jakarata

                                                                     sumber : www.google.com



Selasa, 24 November 2015

God Bless

                           

     Sejak nama God Bless ini dikibarkan tahun 1972 hingga kini, atau setidaknya sudah lebih dari tiga dekade berkiprah di panggung musik, ternyata grup rock legendaris yang hingga kini masih eksis cuma punya koleksi lima album, yaitu God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), dan Apa Khabar?(1997), dan sebuah album yang diaransemen ulang, The Story of God Bless (1990).“Awalnya God Bless dibentuk sebagai band panggung, bukan rekaman,” jelas Iyek, panggilan akrab Achmad Albar, komandan sekaligus vokalis God Bless ini. Di awal terbentuknya, grup band ini pertama kali manggung unjuk kebolehan di acara Summer ’28 – Ragunan (1972), dengan formasi Achmad Albar (vokal), Donny Fattah (bas), Ludwig Lemans (gitar), Fuad Hasan (dram) dan Deddy Dores (kibor). Di susul penampilan berikutnya pada awal tahun ’73, dengan nama God Bless, mereka beraksi di Taman Ismail Marzuki (TIM) – Jakarta, kali ini posisi kibor dipegang Jockie Soeryoprayogo menggantikan Deddy Dores. Penampilan Achmad Albar Cs ini mendapat sambutan hangat penonton.Mulailah kiprah God Bless sebagai band panggung mendapat tempat di hati penggemar rock di tanah air. Dan nama God Bless terus berkibar sebagai band rock papan atas yang tidak tersaingi. Dalam aksi panggungnya band hard rock ini masih membawakan lagu-lagu grup luar, seperti Deep Purple, Grand Funk Railroad, ELP, King Ping Me, dan James Gang. Tahun 1975, God Bless merilis debut album yang juga bertitel God Bless, dibawah bendera Pramaqua, dengan hits-nya Huma di Atas Bukit,dan She Pass Away. Ketika supergrup dunia Deep Purple manggung di Indonesia (1975), grup ini mendapat kehormatan jadi band pembukanya. Sepanjang perjalanan karirnya, grup rock legendaris ini mengalami tak kurang dari 15 kali ganti formasi. Sejumlah musisi yang pernah nyangkut di sini, antara lain Soman Lubis (alm), Deddy Stanzah (alm), Rudi Gagola, Abadi Soesman, Dodo Zakaria, Oding, Debby, Keenan Nasution. Tahun 1989, Ian Antono cabut dari God Bless. Posisinya digantikan oleh Eet Syahranie. Saat ditinggal Ian, God Bless menghasilkan album Raksasa, dan merilis album The Story Of God Bless. Pada 1997, Ian Antono kembali memperkuat God Bless. Kerja bareng mereka kali ini menghasilkan album Apa Kabar?. Di album ini God Bless menggunakan duo gitar, Ian Antono dan Eet Syahranie.Usai menggelar konser God Bless Tur Kembali ’97, dalam rangka promo tur album Apa Kabar?, grup ini praktis vakum dari kegiatan panggung.Baru mulai tahun 2002, mereka bangkit kembali, dan sempat manggung di kafe dan sejumlah event, seperti Asian Rock di Ancol – Jakarta (2003), dan di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Tapi sayang, kebangkitannya kembali God Bless ditandai dengan cabutnya Jockie S dan Teddy Sujaya. “God Bless sekarang tinggal kita bertiga, saya, Donny dan Ian” ungkap Iyek. Untuk mengisi kekosongan, dirangkullah Abadi Soesman, Iwang dan Inang Norsaid. Karena kesibukan di luar God Bless, kakak-beradik ini mengundurkan diri. Posisi Inang digantikan Yaya Moektio. “Untuk di panggung kita pakai additional,” tambah Iyek.
Sebagaimana dikatakan Iyek, awal dibentuknya kelompok musik ini adalah sebagai band panggung. Setelah tujuh tahun absen tidak bikin album, kini mereka kembali menunjukan eksistensinya sebagai band panggung. Meski usia para personelnya rata-rata sudah kepala lima, tapi mereka mampu membuktikan sebagai band panggung yang tetap berkharisma dan memiliki performing act yang menawan.

  

                         blog ini di buat untuk memenuhi tugas TIK SMP N 274 Jakarta
                         
                         sumber :  http://rockstrain.blogspot.co.id/2010/11/biografi-god-bless.html

Rabu, 18 November 2015

ANGGUN CIPTA SASMI

Anggun Cipta Sasmi merupakan sosok penyanyi indonesia yang sekarang ini memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 29 April 1974 dari pasangan Darto Singo dan Dien Herdina. Anggun mengawali debutnya di dunia hinuran dengan tampil di panggung Ancol saat ia masih berusia 7 tahun, lalu 2 tahun kemudian Anggun merekam album anak-anak. Dengan mendapatkan bimbingan musisi Ian Antono, ia merekam album studio pertamanya di Indonesia yang bertajuk "Dunia Aku Punya" tepat pada tahun 1986. Hanya saja, nama Anggun mulai terkenal setelah ia merilis singel "Mimpi" di tahun 1989. Diusianya yang masih muda, Anggun telah berhasil mencapai populeritas yang tinggi sebagai penyanyi rock Indonesia dengan meraih penghargaan "Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991".

Tahun 1994, Anggun akhirnya memutuskan untuk mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional dengan meninggalkan Indonesia. Dengan bantuan seorang produser besar Perancis Erick Benzi, Anggun kemudian berhasil merilis album internasional pertamanya yang berjudul "Snow on the Sahara" di 33 negara termasuk Amerika Serikat pada tahun 1997. Anggun juga telah mengeluarkan 5 album internasional yang direkam menggunakan multi-bahasa, salah satunya, bahasa Inggris & bahasa Perancis.
Tidak hanya sampai disitu, Anggung juga telah merekam kolaborasinya dengan beberapa artis mancanegara, di antaranya adalah Julio Iglesias, Peter Gabriel, dan Pras Michel dari grup The Fugees. Tepat Pada tahun 2013, Anggun kemudian diberikan amanah sebagai juri pada ajang pencarian bakat "X Factor Indonesia", yang membuat namanya menjadi juri termahal dalam sejarah pertelevisian di Indonesia.


Anggun juga merupakan penyanyi asal Indonesia yang pertama berhasil menembus industri musik internasional dengan beberapa diantara album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Jika seluruh albumnya di Indonesia dan di luar negeri digabung, maka tercatat Anggun telah menjual sekitar 10 juta kopi rekaman. Ada beberapa penghargaan dan penganugrahan yang telah diraih Anggun atas pencapaiannya sebagai penyanyi. 


                       
            blog ini dibuat untuk memenuhi tugas TIK SMP N 274 Jakarta 

                                                                    
                                                                                     sumber : www.google.com

Selasa, 17 November 2015

Sandhy Sandoro

Sandhy Sondoro yang terlahir di pulau jawa, Jakarta, 12 Desember 1973 silam ini. datang dari keluarga musik, dimana orang rumahnya menyukai pop Amerika, folk, Jazz dan blues yang berasal dari Ayah dan Ibunya yang selalu ermain gitar setiap hari. itu adalah kesenangan yang membentuk talenta dia.

Musik yang dia mainkan bukan musik tradisional Indonesia tapi banyak terpengaruh dari soul dan blues. Sandhy Sondoro bukan hanya berbakat dalam bernyanyi, menulis lagu dan sebagai pemain gitar, dia juga memiliki talenta yang lain, dia menyukai menggambar dan memasak.

Di Indonesia Sandhy Sondoro memulai dengan bermain band di Sekolah Menengah Atas. Mereka masih memainkan lagu dari Van Halen dan Mr. Big atau The Black Crows. Di umur 18 tahun dia pergi untuk mengunjungi pamannya di California dan menetap disana. Setahun kemudian dia pergi ke Jerman untuk kuliah arsitektur.

Awalnya Sandhy datang ke Eropa (Jerman) hanya untuk belajar di jurusan arsitektur di FH Biberach an der Rib. Tapi, karena kiriman biaya dari orang tua berhenti, adik sepupu aktris Ira Maya Sopha itu akhirnya memutuskan untuk mencari uang sendiri.

Sambil kuliah, Sandhy bekerja paruh waktu hingga ia lulus. Bermacam-macam pekerjaan buruh pernah dijalaninya, seperti menjadi pencuci piring, tukang parkir, tukang koran, dan bekerja di dapur restoran cepat saji. Apa boleh buat, Sandhy harus melakukan itu semua karena ia harus membiayai hidupnya sendiri, tak ada yang menopang. Namun, semua itu dijalaninya tanpa rasa malu ataupun gengsi. Baginya logis saja, untuk survive ia memang harus bekerja keras. Ia pun cukup bijaksana untuk menyadari bahwa jika mau sukses dalam aspek apapun, tak ada cara lain selain kerja keras.

Pekerjaan-pekerjaan seperti disebut di atas memang cukup untuk membiayai hidup mahasiswa sederhana seperti Sandhy, tapi ada hal yang tidak terpuaskan di situ. Kecintaannya pada musik masih terpendam begitu saja sebagai hobi. Menyadari bahwa ia punya bakat dalam bermusik, Sandhy pun memanfaatkannya sebagai sumber mata pencaharian pula. Sandhy menjadi pengamen jalanan.

Lama-lama “karir” adik sepupu dari aktris Ira Maya Sopha ini naik menjadi musisi kafe setelah ia membentuk band dengan teman-temannya. Band-nya ini mendapat sambutan luar biasa dari para pengunjung, yang sebagian diantaranya merupakan musisi profesional di sana.

Sebenarnya, Sandhy memang selalu bercita-cita untuk serius di bidang musik dan menjadi profesional, walaupun dalam bidang akademi ia justru memilih desain dan arsitektur. Jadi, ia tak sungkan-sungkan untuk mengikuti beberapa lomba menyanyi di Eropa. Setiap tawaran mengikuti lomba yang ditawarkan agennya selalu disambut dengan antusias oleh Sandhy.

Pertama-tama dia memperbaiki kecakapan dalam bahasa Jerman agar diakui di Universitas. Dia lulus dalam desain interiior tapi gairah dia dalam bernyanyi dan bermain gitar lebih kuat daripada bekerja di kantor.

Pengalaman dia pertama kali sebagai musisi jalanan diperoleh di Baden Wurttemburg tahun 1996. Kontes bakat internasional di Berlin menarik dia dan menginspirasi dia. Pada tahun 1998 dia kembali ke Berlin dan memulai karir dia sebagai penyanyi dan pemain gitar di bar-bar, club-club dan di metro.

Lagu favorit dia Down on the Streets terinspirasi dari pengalaman dia tumbuh di metropolitan Berlin. Dia tampil di teater favorit seperti House of World Cultures in Berlin, bermain di festival-festival music seperti Museum Bode Festival Isle. Penggemar dia ada di Hamburg, Cologne, Stuttgart dan masih banyak tempat di Jerman.

Meskipun 20 tahun sudah tinggal di Jerman dan 12 tahun berkarier musik di sana, Sandhy Sondoro pernah ambil bagian dalam sebuah kontes musik di Eropa atas nama Indonesia. Sandhy pernah mencuri perhatian publik Jerman karena penampilannya sebagai finalis German Idol pada 2007.

Sandhy pun bercerita pengalaman pribadinya, bahwa tak mudah orang-orang Jerman mengakui kemampuan orang-orang Asia, termasuk Indonesia, tidak terkecuali di bidang musik. Contohnya, di kafe, habis nonton saya manggung, mereka paling cuma bilang, Not bad, cerita Sandhy. Namun, dengan kecintaan akan musik, kerja keras, dan keuletannya, yang kemudian menghasilkan prestasinya dalam German Idol 2007, ia akhirnya bisa masuk industri musik rekaman Jerman.

Pada tahun 2009 dia mengikuti International Young Singers - New Wave dan para partisipasi dari Latvia, Kazahstan, China, Italy, Indonesia, Poland, Finland, France, Ukraine dan Russia. Festival ini berada di pantai Yurmala, Latvia yang sangat populer di Eropa Timur, bekas negara uni Soviet. Dia menjadi juara satu bersama penyanyi dari Ukraina Jamala dan memenangkan 50,000 Euro.

Sebelum mengikuti ajang New Wave 2009, Sandhy sudah pernah membuat rekaman album. Ia pun sempat berusaha menawarkan albumnya itu ke label-label di Jakarta, dengan bantuan teman sejak kecil yang kini menjadi manajernya, Eric Qomarul. Sayang sekali kala itu tak ada label yang melirik rekaman Sandhy itu.

Bertepatan dengan masa itu, Sandhy mendapat tawaran untuk mengikuti New Wave tadi. Maka ia kembali lagi ke Eropa. Setelah kemenangannya, rekaman video penampilannya di New Wave beredar di internet, termasuk di YouTube.com. Sandhy sendiri tak tahu-menahu siapa yang mengunggah rekaman tersebut.

Ia tentunya gembira dengan sambutan positif orang-orang, terutama dari Indonesia. Namun satu hal yang ia sesalkan adalah, dari sekian banyak orang yang mengomentari performanya di situs-situs seperti YouTube dan MySpace, malah orang-orang Indonesia yang sebagian mengomentari hal-hal tidak profesional, hal-hal yang justru tak berhubungan dengan musikalitas Sandhy. Namun bukan Sandhy kalau gampang berkecil hati. Ia sadar akan kualitasnya, orang-orang terdekatnya pun mendukung, maka ia jalan terus meniti karirnya.

Musisi yang mengagumi Iwan Fals, Chrisye, dan Benyamin S. ini melihat bahwa industri musik Indonesia sudah semakin berkembang. Musik di Indonesia juga semakin variatif. Namun ia menyayangkan banyaknya penyanyi yang muncul hanya sebagai boneka industri, dilengkapi dengan gaya berlebihan dan modal tampang rupawan saja, tanpa disertai bakat dan musikalitas yang baik. Itu sebabnya ia mengagumi ketiga nama di atas. Menurutnya, mereka memang berkualitas baik sebagai penyanyi, musisi, dan pencipta lagu, tanpa harus bergaya berlebihan. Sosok seperti itulah yang dijadikan Sandhy sebagai panutan dalam bermusik, selain Marvin Gaye, Barry White, dan The Beatles.
         
                 *blog ini dibuat untuk memenuhi  tugas TIKOM SMP N 274 Jakarta *
                                                                                 sumber  :   www.google.com 

Minggu, 15 November 2015

IWAN FALS

Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals (Bang Iwan) lahir pada tanggal 3 September 1961 di Ibukota Jakarta. Beliau merupakan musisi beraliran balada dan country. Berkat lagu-lagunya yang konsisten mengangkat persoalan sosial dan meneropong kaum pinggiran yang dekat dengannya, bermakna kritik yang berdampak'cekal'baginya di masa Orde Baru membuat Bung Iwan menjadi legenda hidup bangsa ini.

Iwan Fals lahir dari pasangan Lies (ibu) dan ayah Haryoso almarhum (kolonel Anumerta). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.
Bung Iwan menghabiskan masa kecilnya  di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musik yang dimiliki Bung Iwan makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana  Bung Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu.
Kisah perjalanan musisi Iwan Fals di Jakarta, bermula dari ajakan seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen.

Bersama label musik Musica, barulah lagu-lagu Bung Iwan digarap lebih serius, akhirnya lagu-lagu dalam Album Sarjana Muda sukses dipasaran.

Album-album karya Iwan Fals antara lain :
Canda Dalam Nada (1979), Canda Dalam Ronda (1979), Perjalanan (1979), 3 Bulan (1980), Sarjana Muda (1981), Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984), KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988),  Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1988), Mata Dewa (1989), Swami I (1989), Kantata Takwa (1990),  Cikal (1991), Swami II (1991), Belum Ada Judul (1992), Hijau (1992), Dalbo (1993), Anak Wayang (1994), Orang Gila (1994), Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996), Kantata Samsara (1998), Best Of The Best (2000), Suara Hati (2002), In Collaboration with (2003), Manusia Setengah Dewa (2004), Iwan Fals in Love (2005), 50:50 (2007), Untukmu Terkasih (2009) - mini album, Keseimbangan - Iwan Fals (2010).

         blog ini dibuat untuk memenuhi tugas TIKOM SMPN 274 Jakarta 

                                                                                          sumber : www.google.com

Jumat, 13 November 2015

CHRISYE



 Bernama lengkap Chrismansyah Rahardi ini dilahirkan di Jakarta, 16 September 1949 dan wafat tanggal 30 maret 2007. Ia mulai aktif merintis karier musiknya di tahun 1968 saat bergabung sebagai basis dalam formasi Sabda Nada. Tahun 1968 - 1969 ia tergabung dalam Gipsy Band bersama Zulham Nasution, Keenan Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami. Bersama kelompok Gipsy inilah Chrisye yang kala itu jadi vokalis sekaligus bassis sempat tercatat sebagai band penghibur di sebuah restoran Indonesia di New York. Sayangnya Gipsy pun tak dapat bertahan lama. Tahun 1970, bersama Gipsy Band pula, Chrisye sempat menggung di TIM Jakarta yang menghadirkan bintang tamu almarhum Mus Mualim.

Sekitar tahun 1977, Chrisye baru memulai karir solonya. Nampaknya bintang keberuntungan sedang bersinar terang karena dalam waktu singkat namanya langsung meroket sebagai vokalis andal saat menembangkan lagu karya James F. Sundah yang berjudul Lilin-lilin Kecil. Di saat yang sama ia juga memenangkan ajang "Lomba Karya Cipta Lagu Remaja Prambors" (LCLR). Hebatnya lagi, sepanjang kurun era 1980-an hingga memasuki tahun 2000, nama Chrisye tak pernah tenggelam. Hampir semua album yang dirilisnya selalu disambut baik di industri musik
Indonesia.

Penghargaan:
Dalam beberapa dekade itu Chrisye sudah menyabet beragam pencapaian internasional seperti menjuarai ajang Enka Song Festival yang diadakan oleh Fuji T.V., Tokyo, Jepang serta menjadi Video Klip Pertama Indonesia yang ditayangkan di MTV Hong Kong lewat klip Pergilah Kasih . Selain segudang prestasi musik Chrisye juga ternyata punya talenta lain, karena ternyata ia pernah tercatat bermain dalam beberapa film layar lebar seperti "Seindah Rembulan" (1981) dan menjadi bintang tamu di "Gita Cinta dari SMA" (1981).

Lima (5) dari delapan belas (18) album solo yang telah dirilis Chrisye berhasil mendapatkan penghargaan musik paling bergengsi di Indonesia yang diadakan oleh perusahaan pabrik pita kaset kosong, HDX dan BASF. Diantaranya album Aku Cinta Dia, Hip Hip Hura, Kisah Cintaku dan Pergilah Kasih. Sedangkan sebuah tembang diciptakan Chrisye yang berjudul Lagu Cinta, yang dibawakan oleh Vina Panduwinata berhasil mendapat penghargaan sebagai lagu terbaik oleh BASF.

Selain mencatat sebagai penyanyi pop yang sangat sukses, Chrisye juga tercatat sebagai pencipta lagu. Ada lebih dari 80 lagu ciptaan Chrisye. Karena begitu banyak dan sudah lama, Chrisye tak lagi dapat mengingatnya. Yang pasti, beberapa lagu ciptaan Chrisye menjadi hit dibawakan oleh antara lain: Vina Panduwinata, Tika Bisono, Andi M. Matalatta, Utha Likumahua.

Pada tahun 2002, Chrisye mengeluarkan album Dekade di mana ia menyanyikan kembali sejumlah lagu lama. Sejak 31 Juli 2005, Chrisye harus dirawat di rumah sakit di Singapura karena mengidap Kanker Paru-Paru. Chrisye meninggal dunia pada tanggal 30 Maret 2007 pukul 04.08 pagi di Jakarta akibat Kanker Paru-Paru yang dideritanya dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut. 


                         blog ini dibuat untuk memenuhi tugas TIKOM SMPN 274 Jakarta 

                                                                                            sumber : www.google.com 


                                   comment